251 Anak Usia SD Jadi Korban Kekerasan di Sekolah Sepanjang 2023

  • Jul 16, 2023
  • By admin
  • 0 Likes
  • 104 Views

Sebanyak 251 anak berusia 6-12 tahun menjadi korban kekerasan di sekolah pada periode Januari-April 2023.


Demikian diperoleh dari data kekerasan terhadap anak di sekolah menurut kelompok umur dan jenis kekerasan pada Januari-April 2023 yang dibagikan oleh Biro Data dan Informasi Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA).

 

Sebanyak 251 korban kekerasan dengan rentang usia sekolah dasar itu terdiri dari 142 anak perempuan dan 109 anak laki-laki.

 

Data mencatat, sebanyak 99 anak itu termasuk korban kekerasan fisik, 88 kekerasan psikis, 78 kekerasan seksual, satu eksploitasi, lima penelantaran, dan 35 kekerasan lainnya.

 

Angka ratusan juga tampak pada korban dengan kelompok usia 13-17 tahun. Sebanyak 208 anak kelompok usia ini, yakni 106 anak perempuan dan 102 anak laki-laki, menjadi korban kekerasan.

 

Jenis kekerasan yang dialami adalah 51 kekerasan fisik, 84 kekerasan psikis, 76 kekerasan seksual, empat eksploitasi, satu penelantaran, dan 23 kekerasan lainnya.

KemenPPPA juga mencatat kekerasan yang terjadi pada kelompok usia anak yang lebih muda, yaitu kurang dari enam tahun.

 

Tercatat 10 korban dalam kelompok usia ini mengalami kekerasan. Mereka merupakan enam anak perempuan dan empat anak laki-laki. Adapun lima anak di antaranya mengalami kekerasan fisik, tiga kekerasan psikis, empat kekerasan seksual, dan satu kekerasan lainnya.

 

Belum lama ini, sebuah aksi kekerasan menimpa seorang bocah kelas 2 sekolah dasar (SD) hingga korban meninggal dunia.

 

MH (9), seorang bocah SD di Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat meninggal dunia di rumah sakit pada Sabtu (20/5) pagi, diduga akibat dikeroyok teman seangkatan dan kakak kelasnya.

 

Menurut informasi yang dihimpun dari pelbagai sumber, aksi penganiayaan terhadap korban ini diduga terjadi pada 15 dan 16 Mei 2023.

 

Diduga, aksi penganiayaan terjadi pada 15 dan 16 Mei 2023. Korban dianiaya di sekitar lingkungan sekolah pada Senin (15/5). Kemudian, korban juga mendapatkan perundungan di belakang sekolah atau dekat kamar mandi pada Selasa (16/5).

Setelah dibujuk, korban akhirnya mengaku dianiaya kakak kelas dan teman seangkatannya yang berjumlah empat orang.